Tabungan adalah : Sebagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna untuk berjaga-jaga dalam jangka waktu pendek.
Faktor-faktor tingkat tabungan yaitu:
1. Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat
2. Tinggi rendahnya suku bunga bank
3. Adanya tingkat kepercayaan terhadap bank
Berikut adalah macam-macam dari Tabungan:
1. Tabungan Konvensional
Tabungan konvensional adalah jenis tabungan yang paling sangat umum. Sepertinya hampir semua orang pasti memiliki tabungan jenis ini, karena memang tabungan konvensional adalah jenis yang paling dikenal di masyarakat. Ciri utama dari tabungan konvensional adalah nasabah akan memiliki control penuh terhadap tabungannya. Pengambilan uang bisa dilakukan kapan saja dan tidak ada batas waktu setoran. Semuanya ada dibawah kendali Anda melalui sebuah kartu sederhana yang namanya kartu ATM. Selain itu, biasanya bank akan memberikan buku tabungan kepada pemilik tabungan konvensional.
Dengan menabung di tabungan konvensional maka Anda akan mendapatkan bunga bulanan. Besaran suku bunganya hanya berkisar 0.5% - 2% dan umumnya ada biaya administrasi yang dikenakan pada nasabah per bulannya. Setiap bank memiliki besaran biaya administrasi yang berbeda-beda tergantung pada kebijakan bank. Selain itu, uang yang Anda tabungkan disini tidak akan hilang karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) apabila bank bangkrut. Jadi, keunggulan dari tabungan ini adalah Anda memegang kendali penuh dan keamanan uang Anda terjamin.
2. Tabungan Berjangka
Jenis tabungan yang satu ini sebenarnya diperuntukkan khusus untuk Anda yang ingin menabung untuk masa depan. Pada dasarnya dengan tabungan berjangka, Anda akan dipaksa untuk disiplin menabung, mengapa begitu? Karena proses menabung dilakukan dengan cara auto-debet oleh pihak bank ke rekening pribadi Anda. Tabungan ini memiliki system yang hampir mirip dengan deposito, yakni uang yang Anda tabungkan tidak akan bisa diambil sebelum masa jatuh tempo, namun perbedaannya terletak pada jumlah uang yang bisa Anda masukkan. Jumlah setoran yang ditentukan oleh bank untuk memiliki tabungan berjangka lebih rendah daripada deposito. Selain itu, dalam tabungan berjangka, setiap bulannya bank akan memindahkan uang Anda ke tabungan berjangka sesuai kemauan Anda di awal pembuatan.
Suku bunga yang diberikan oleh tabungan berjangka lebih besar daripada tabungan konvensional, oleh karena itu, jenis tabungan ini memang di desain khusus untuk Anda yang ingin disiplin menabung dan mendapatkan keuntungan. Sama halnya dengan tabungan konvensional, keamanan uang Anda terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Salah satu jenis dari tabungan berjangka adalah tabungan pendidikan, jadi dana yang Anda tabungkan memang akan dipakai untuk keperluan pendidikan Anda atau anak Anda. Keunggulan dari tabungan berjangka adalah menabung jadi lebih mudah, suku bunganya lebih besar, dan uang Anda terjamin aman.
3. Tabungan Haji
Sesuai dengan namanya, tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang berniat untuk pergi Umroh. Biasanya tabungan ini memang digunakan untuk orang yang ingin kepergiannya untuk Umroh lebih terjamin. Dengan menggunakan tabungan Haji, biasanya Anda sudah dipastikan mendapat kuota untuk Umroh, jadi tabungan ini hanya digunakan untuk menabung dana untuk biaya ongkos Haji saja. Biaya ini berbeda-beda setiap tahunnya tergantung hasil pemikiran dari Departemen Agama.
Jika Anda adalah nasabah tabungan Haji, maka setiap bulannya Anda harus menyetorkan sejumlah uang. Besaran setoran bulanannya diatur oleh Anda sendiri, pokoknya semakin cepat Anda mencapai biaya ongkos Haji tahunan yang sudah ditentukan, maka akan semakin cepat juga Anda akan pergi Umroh. Nasabah yang bisa pergi Umroh adalah nasabah yang sudah melunasi atau mencapai biaya ongkos Haji tersebut. Jadi semakin besar setoran bulanannya, maka semakin cepat Anda akan pergi Umroh.
4. Tabungan Anak
Menabung sejak dini adalah hal yang penting untuk dilakukan, karena prilaku baik ini harus dimulai dari kebiasaan. Oleh karena itulah jenis tabungan ini hadir. Tabungan anak, seperti namanya, hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Kebiasaan menabung yang dilakukan anak kecil adalah di celengan atau di orang tua. Dengan membuka tabungan anak, maka sang anak akan menjadi lebih mandiri dan diajak untuk lebih terdorong dalam hal menabung.
Tabungan anak memiliki beberapa keringanan dalam hal pembiayaan. Bank memberikan peraturan setoran awal yang lebih ringan, setoran minimum bulanan yang kecil, dan potongan biaya administrasi yang sedikit. Keringanan di atas diberikan untuk meningkatkan minat sang anak untuk menabung dan melihat keuntungan dari menabung. Selain itu, terdapat bank yang memberikan kartu ATM atas nama anak agar memberikan kesan bangga pada diri anak tersebut dan jadi giat menabung. Tabungan ini sangat cocok untuk Anda ysang ingin mengajarkan pentingnya menabung kepada anak Anda.
5. Tabungan Bisnis
Tabungan bisnis diperuntukkan khusus untuk bisnis Anda. Dengan memiliki tabungan jenis ini, Anda akan menikmati berbagai keuntungan yang membuat Anda jadi tergiur, yaitu suku bunga yang relatif lebih besar daripada tabungan biasa dan jumlah uang yang bisa Anda transfer lebih besar dari tabungan biasa. Namun, untuk mendapatkan keuntungan itu, Anda harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu setoran awal yang besar dan minimum setoran bulanan yang juga besar. Jadi, buat Anda yang membuka bisnis atau memiliki usaha sendiri, tabungan ini sangat dapat Anda manfaatkan.
6. Tabungan Pegawai
Jenis tabungan yang satu ini memiliki fitur yang hampir sama dengan tabungan biasa. Perbedaannya hanya terletak pada siapa yang membuka tabungan ini. Biasanya tabungan ini diberikan dari perusahaan kepada pegawainya untuk memudahkan proses payroll gaji bulanan. Tentunya perusahaan yang memberikan fasilitas ini adalah perusahaan yang bekerjasama dengan bank tertentu. Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan tabungan ini, yaitu Anda sebagai pegawai tidak perlu repot-repot pergi ke bank untuk membuka tabungan karena prosesnya dilakukan oleh perusahaan, lalu biasanya proses pengajuan kredit Anda kemungkinan besar akan diterima oleh bank karena bank memiliki data informasi yang jelas tentang Anda dari perusahaan.
7. Tabungan Mahasiswa
Hampir serupa dengan tabungan pegawai, tabungan mahasiswa dapat didapatkan jika Anda adalah mahasiswa dari suatu universitas yang bekerjasama dengan bank tertentu. Kegunaan dari tabungan mahasiswa adalah untuk memudahkan Anda dalam proses pembayaran biaya kuliah. Jadi Anda tidak perlu lagi melakukan transfer untuk membayar karena biasanya akan dilakukan secara auto-debet.
Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Tidak seperti tabungan yang bisa ditarik kapan saja, maka dalam deposito tidaklah demikian. Kalau memaksa untuk menarik uang atau dana tersebut sebelum waktu jatuh tempo maka biasanya akan dikenakan potongan.
Berikut adalah macam-macam dari Tabungan:
1. Tabungan Konvensional
Tabungan konvensional adalah jenis tabungan yang paling sangat umum. Sepertinya hampir semua orang pasti memiliki tabungan jenis ini, karena memang tabungan konvensional adalah jenis yang paling dikenal di masyarakat. Ciri utama dari tabungan konvensional adalah nasabah akan memiliki control penuh terhadap tabungannya. Pengambilan uang bisa dilakukan kapan saja dan tidak ada batas waktu setoran. Semuanya ada dibawah kendali Anda melalui sebuah kartu sederhana yang namanya kartu ATM. Selain itu, biasanya bank akan memberikan buku tabungan kepada pemilik tabungan konvensional.
Dengan menabung di tabungan konvensional maka Anda akan mendapatkan bunga bulanan. Besaran suku bunganya hanya berkisar 0.5% - 2% dan umumnya ada biaya administrasi yang dikenakan pada nasabah per bulannya. Setiap bank memiliki besaran biaya administrasi yang berbeda-beda tergantung pada kebijakan bank. Selain itu, uang yang Anda tabungkan disini tidak akan hilang karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) apabila bank bangkrut. Jadi, keunggulan dari tabungan ini adalah Anda memegang kendali penuh dan keamanan uang Anda terjamin.
2. Tabungan Berjangka
Jenis tabungan yang satu ini sebenarnya diperuntukkan khusus untuk Anda yang ingin menabung untuk masa depan. Pada dasarnya dengan tabungan berjangka, Anda akan dipaksa untuk disiplin menabung, mengapa begitu? Karena proses menabung dilakukan dengan cara auto-debet oleh pihak bank ke rekening pribadi Anda. Tabungan ini memiliki system yang hampir mirip dengan deposito, yakni uang yang Anda tabungkan tidak akan bisa diambil sebelum masa jatuh tempo, namun perbedaannya terletak pada jumlah uang yang bisa Anda masukkan. Jumlah setoran yang ditentukan oleh bank untuk memiliki tabungan berjangka lebih rendah daripada deposito. Selain itu, dalam tabungan berjangka, setiap bulannya bank akan memindahkan uang Anda ke tabungan berjangka sesuai kemauan Anda di awal pembuatan.
Suku bunga yang diberikan oleh tabungan berjangka lebih besar daripada tabungan konvensional, oleh karena itu, jenis tabungan ini memang di desain khusus untuk Anda yang ingin disiplin menabung dan mendapatkan keuntungan. Sama halnya dengan tabungan konvensional, keamanan uang Anda terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Salah satu jenis dari tabungan berjangka adalah tabungan pendidikan, jadi dana yang Anda tabungkan memang akan dipakai untuk keperluan pendidikan Anda atau anak Anda. Keunggulan dari tabungan berjangka adalah menabung jadi lebih mudah, suku bunganya lebih besar, dan uang Anda terjamin aman.
3. Tabungan Haji
Sesuai dengan namanya, tabungan ini diperuntukkan bagi nasabah yang berniat untuk pergi Umroh. Biasanya tabungan ini memang digunakan untuk orang yang ingin kepergiannya untuk Umroh lebih terjamin. Dengan menggunakan tabungan Haji, biasanya Anda sudah dipastikan mendapat kuota untuk Umroh, jadi tabungan ini hanya digunakan untuk menabung dana untuk biaya ongkos Haji saja. Biaya ini berbeda-beda setiap tahunnya tergantung hasil pemikiran dari Departemen Agama.
Jika Anda adalah nasabah tabungan Haji, maka setiap bulannya Anda harus menyetorkan sejumlah uang. Besaran setoran bulanannya diatur oleh Anda sendiri, pokoknya semakin cepat Anda mencapai biaya ongkos Haji tahunan yang sudah ditentukan, maka akan semakin cepat juga Anda akan pergi Umroh. Nasabah yang bisa pergi Umroh adalah nasabah yang sudah melunasi atau mencapai biaya ongkos Haji tersebut. Jadi semakin besar setoran bulanannya, maka semakin cepat Anda akan pergi Umroh.
4. Tabungan Anak
Menabung sejak dini adalah hal yang penting untuk dilakukan, karena prilaku baik ini harus dimulai dari kebiasaan. Oleh karena itulah jenis tabungan ini hadir. Tabungan anak, seperti namanya, hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Kebiasaan menabung yang dilakukan anak kecil adalah di celengan atau di orang tua. Dengan membuka tabungan anak, maka sang anak akan menjadi lebih mandiri dan diajak untuk lebih terdorong dalam hal menabung.
Tabungan anak memiliki beberapa keringanan dalam hal pembiayaan. Bank memberikan peraturan setoran awal yang lebih ringan, setoran minimum bulanan yang kecil, dan potongan biaya administrasi yang sedikit. Keringanan di atas diberikan untuk meningkatkan minat sang anak untuk menabung dan melihat keuntungan dari menabung. Selain itu, terdapat bank yang memberikan kartu ATM atas nama anak agar memberikan kesan bangga pada diri anak tersebut dan jadi giat menabung. Tabungan ini sangat cocok untuk Anda ysang ingin mengajarkan pentingnya menabung kepada anak Anda.
5. Tabungan Bisnis
Tabungan bisnis diperuntukkan khusus untuk bisnis Anda. Dengan memiliki tabungan jenis ini, Anda akan menikmati berbagai keuntungan yang membuat Anda jadi tergiur, yaitu suku bunga yang relatif lebih besar daripada tabungan biasa dan jumlah uang yang bisa Anda transfer lebih besar dari tabungan biasa. Namun, untuk mendapatkan keuntungan itu, Anda harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu setoran awal yang besar dan minimum setoran bulanan yang juga besar. Jadi, buat Anda yang membuka bisnis atau memiliki usaha sendiri, tabungan ini sangat dapat Anda manfaatkan.
6. Tabungan Pegawai
Jenis tabungan yang satu ini memiliki fitur yang hampir sama dengan tabungan biasa. Perbedaannya hanya terletak pada siapa yang membuka tabungan ini. Biasanya tabungan ini diberikan dari perusahaan kepada pegawainya untuk memudahkan proses payroll gaji bulanan. Tentunya perusahaan yang memberikan fasilitas ini adalah perusahaan yang bekerjasama dengan bank tertentu. Ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan dengan tabungan ini, yaitu Anda sebagai pegawai tidak perlu repot-repot pergi ke bank untuk membuka tabungan karena prosesnya dilakukan oleh perusahaan, lalu biasanya proses pengajuan kredit Anda kemungkinan besar akan diterima oleh bank karena bank memiliki data informasi yang jelas tentang Anda dari perusahaan.
7. Tabungan Mahasiswa
Hampir serupa dengan tabungan pegawai, tabungan mahasiswa dapat didapatkan jika Anda adalah mahasiswa dari suatu universitas yang bekerjasama dengan bank tertentu. Kegunaan dari tabungan mahasiswa adalah untuk memudahkan Anda dalam proses pembayaran biaya kuliah. Jadi Anda tidak perlu lagi melakukan transfer untuk membayar karena biasanya akan dilakukan secara auto-debet.
Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetorannya maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Tidak seperti tabungan yang bisa ditarik kapan saja, maka dalam deposito tidaklah demikian. Kalau memaksa untuk menarik uang atau dana tersebut sebelum waktu jatuh tempo maka biasanya akan dikenakan potongan.
Bunga deposito umumnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan bunga tabungan. Ini karena uang yang anda depositokan akan dikunci selama jangka waktu tertentu, sehingga pihak bank merasa perlu untuk menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi dibanding suku bunga pada rekening tabungan.
Perbedaan yang paling utama antara Deposito dan Tabungan adalah fleksibilitas penarikan. Sebagai simpanan berjangka,Deposito tidak bisa diambil kapan saja seperti Tabungan. Deposito dirancang dengan tenor (jangka waktu) tertentu, ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Bila Anda menyimpan uang di Deposito 3 bulan, maka Anda tidak bisa mengambil dana-dana disana sebelum waktu 3 bulan itu tercapai. Akan ada denda yang cukup besar jika Anda menarik deposito sebelum waktunya. Penarikan Deposito juga tidak bisa dilakukan dimana saja ada ATM seperti tabungan. Deposito hanya bisa ditarik dari Bank dimana Anda memasukkan deposito tersebut. Sebaliknya, dana-dana di tabungan bisa ditarik kapan saja dan dimana saja.
Sebagian orang memanfaatkan perbedaan ini untuk mengatur keuangan pribadi mereka. Caranya adalah dengan memisahkan dana untuk kebutuhan jangka panjang dengan kebutuhan rutin dan darurat. Dana untuk kebutuhan jangka panjang, jika disimpan di rekening tabungan yang sama dengan dana untuk kebutuhan rutin dan darurat, maka nantinya akan terpakai untuk membayar keinginan sesaat. Oleh karena itu, setelah terkumpul jumlah tertentu di rekening tabungan, mereka menyimpannya dalam deposito yang lebih sulit untuk ditarik. Selain dana aman, juga bisa meraup pendapatan bunga yang lebih tinggi.
Berikut adalah beberapa macam dari deposito yaitu:
1. Deposito Berjangka
Adalah simpanan yang penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan tanggal yang teleh diperjanjikan antara deposan dan pihak bank. Mengingat simpanan uang atau dana hanya bisa dicairkan ketika jatuh tempo oleh pihak yang namanya tercantum dalam bilyet deposito sesuai dengan tanggal jatuh temponya, maka deposito ini merupakan simpanan atas nama baik itu perorangan maupun lembaga, yang artinya di dalam bilyet deposito tercantum nama perorangan atau nama lembaga si pemilik deposito berjangka. Pengambilan atau penarikan bunga deposito berjangka yang diterbitkan dalam valuta asing, umumnya diterbitkan oleh bank devisa. Penerbitan deposito berjangka dalam valas umumnya diterbitkan dalam valas yang kuat, misalnya seperti US dollar, DM Jerman, Yen Jepang ataupun mata uang yang kuat lainnya.
2. Sertifikat deposito
Adalah deposito yang diterbitkan dengan jangka waktu 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan. Sertifikat deposito ini diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat. Yang artinya didalam sertifikat deposito tidak tertulis nama seseorang ataupun badan hukum tertentu. Disamping itu sertifikat deposito bisa diperjualbelikan atau dipindah tangankan pada pihak lain. Pencairan bunga dari sertifikat deposito bisa dilakukan di muka, tiap bulan atau tiap jatuh tempo, baik itu tunai maupun non tunai .
3. Deposito on Call
Adalah deposito digunakan untuk deposan yang memiliki jumlah uang atau dana dalam jumlah besar dan sementara waktu belum digunakan. Penerbitan deposito on Call ini mempunyai jangka waktu minimal 7 hari dan maksimal atau paling lama kurang dari 1 bulan. Jenis deposito ini diterbitkan atas nama. Pencarian bunganya dapat dilakukan pada saat pencairan deposito on call. Tapi, sebelumnya sudah memberitahukan Bank penerbit bahwa yang bersangkutan akan mencairkan Deposito on Call-nya. Besarnya bunga Deposito on Call umumnya dihitung perbulan dan untuk menentukan jumlah bunga yang diberlakukan terlebih dahulu dilakukan negosiasi antara nasabah dengan pihak Bank.
Deposito Itu Investasi, Tabungan Itu Tabungan
Bunga Deposito yang lebih tinggi dari pada Tabungan menjadikan sifat Deposito berbeda dengan Tabungan. Deposito termasuk dalam golongan instrumen investasi, sebagaimana juga saham, reksadana, obligasi, forex, properti, emas, dan lain sebagainya. Dibandingkan potensi profit dari instrumen investasi lain, potensi profit Deposito adalah yang paling rendah. Namun, resiko investasi dalam bentuk Deposito juga yang paling rendah. Oleh karena itu, investasi Deposito sangat cocok bagi mereka yang awam dengan investasi dan mereka yang tidak ingin mengambil risiko tinggi. Selain itu, banyak juga yang memasukkan Deposito sebagai salah satu komponen dalam portofolio investasi-nya sembari berinvestasi disektor lain yang berisiko lebih tinggi.
Di sisi lain, menyimpan uang di rekening Tabungan bukan tindakan investasi. Kecilnya bunga rekening Tabungan kadang malah membuat dana anda lama-lama habis atau berkurang karena dipergunakan untuk membayar biaya administrasi secara otomatis. Rekening Tabungan tepat sebagai tempat penyimpanan dana masuk dan dana keluar rutin serta cadangan situasi khusus.
Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan ada tiga perbedaan utama antara Deposito dan Tabungan, yaitu fleksibilitas penarikan, besarnya manfaat yang akan Anda dapatkan, serta perbedaan sifat dana yang disimpan di Deposito dan Tabungan.
Perbedaan deposito syari’ah dengan deposito berjangka biasa
Pada dasarnya, secara definisi, deposito berjangka syariah sama saja dengan deposito berjangka di bank umum. Deposito berjangka merupakan simpanan dengan jangka waktu tertentu yang hanya bisa ditarik setelah jatuh tempo, dan penyimpannya akan mendapatkan imbalan. Sebagaimana deposito berjangka, imbal hasil deposito syariah juga bisa diakumulasikan dalam sistem rollover ARO+ maupun ditarik secara berkala, otomatis masuk rekening tabungan maupun ditarik manual. Bedanya, imbalan deposito syariah berasal dari skema bagi hasil, bukan sistem bunga.
Bagi hasil didasarkan pada teori "keuntungan muncul bersama risiko", sedangkan bunga dari bank umum diberikan tanpa pertimbangan yang sama. Jika Anda menyimpan dana dalam deposito di bank umum, maka Anda akan mendapatkan imbal hasil dalam bentuk bunga yang persentasenya tetap, tidak peduli apakah bank mengalami kenaikan laba atau malah laba-nya menurun. Bank menerapkan bunga bagi nasabah penabung secara terpisah dengan bunga yang dibebankan bagi nasabah peminjam dana. Jadi, disaat terjadi kesulitan ekonomi dan laba bank jatuh, nasabah penabung tetap bisa mendapatkan bunga deposito dalam jumlah besar dan nasabah peminjam dana tetap akan ditagih bunga kredit yang tinggi.
Tetapi jika Anda menyimpan deposito di bank syariah, maka imbal hasil akan diatur berdasarkan akad mudharabah, dimana imbalan yang Anda terima akan dihitung berdasarkan porsi tertentu dari laba bank dalam suatu periode. Bank syariah mendapat laba dari bagi hasil debitur, lalu laba tersebut dibagi lagi oleh bank kepada nasabah penabung. Bila laba debitur naik, maka laba bank naik, dan imbal hasil deposito syariah Anda pun naik; tetapi bila laba bank turun, maka imbal hasil yang Anda terima pun berkurang. Inilah yang dimaksud dengan "keuntungan muncul bersama risiko". Dalam kondisi ekonomi bagus dan para enterpreneur yang meminjam modal dari Bank Syariah mengalami peningkatan laba, maka bagian bagi hasil Bank Syariah dari pembiayaan yang disalurkan berpotensi meningkat, dan ini akan diikuti oleh meningkatnya bagi hasil yang diterima nasabah pemilik deposito syariah mudharabah. Dalam kondisi ekonomi buruk dan laba para enterpreneur turun, maka laba Bank Syariah turun dan laba deposan juga dimungkinkan turun walaupun tidak sampai negatif.
Nisbah Bagi Hasil Deposito Syariah
Porsi bagi hasil deposito syariah dikenal dengan istilah "nisbah" dan ditentukan saat akad, yaitu ketika Anda membuka deposito syariah. Anda bisa menanyakan kepada petugas bank syariah, berapa nisbah bagi hasil deposito saat itu. Nisbah ini sering disebutkan dalam bentuk persentase, tetapi perhitungannya berbeda dengan persentase bunga deposito biasa.
Resiko mencairkan deposito sebelum jatuh tempo diantaranya yaitu:
1. Risiko Kerugian Penalti (denda)
Penalti ini digunakan bank sebagai langkah primer untuk 'mewanti-wanti' para nasabahnya yang tidak sabaran dalam mencairkan investasi depositonya. Penalti ini berupa biaya administrasi dengan memotong nilai pokok plus pendapatan bunga deposito Anda dengan angka (prosentase) penati yang telah ditetapkan bank tersebut. Angka penalti ini rata-rata berkisar antara 0.5% hingga 3%, bervariasi tiap bank-bank di Indonesia.
2. Risiko Penghapusan Pembayaran Bunga Deposito
Disamping penalti, pendapatan bunga deposito yang sudah ditetapkan di awal pembukaan rekening deposito terancam akan dihapus atau tidak akan dibayarkan jika nasabah terburu-buru ingin mencairkan deposito pra-jatuh tempo.
3. Risiko Pendapatan Bunga Lebih Rendah
Risiko lain yang harus ditanggung nasabah deposito yang mendesak 'panen' sebelum jatuh tempo tersebut yaitu pendapatan bunganya akan dibayar bank lebih rendah dari bunga yang telah ditetapkan di awal pembukaan rekening. Jadi, nilai pendapatan bunga yang Anda terima pasca pencairan dana deposito sebelum jangka waktu yang ditentukan akan disesuaikan dengan waktu pencairan anda dan tentunya berubah lebih sedikit dari yang disepakati sejak awal membuka deposito.
Keuntungan Deposito
Keuntungan dari memasukkan dana ke deposito adalah bunganya lebih tinggi dari tabungan. Bunga deposito berkisar antara 5% hingga 7% dari jumlah dana Anda, sedangkan bunga tabungan hanya berkisar antara 0.5% hingga 3%. Dengan bunga yang lebih besar, perkembangan uang Anda akan lebih cepat.
Biasanya dana yang akan dimasukkan ke deposito adalah dana simpanan jangka panjang. Jika dana itu Anda masukkan ke dalam tabungan bersama dengan uang Anda untuk keadaan darurat, kemungkinan uang itu akan terpakai untuk membeli keinginan Anda. Sedangkan jika Anda menyimpannya di deposito, pengeluaran akan lebih terkontrol karena tidak bisa diambil seenaknya dan uang juga bertumbuh karena bunga yang tinggi.
Langkah-langkah membuat rekening deposito di bank
1. Lihat reputasi bank
Saat ini telah ada bermacam-macam bank karena adanya perkembangan dunia perbankan yang kian maju. Oleh karena itu, hal pertama sebelum membuka deposito adalah memperhatikan reputasi bank-bank tersebut. Untuk menghindari adanya risiko kebangkrutan dari bank, pastikan bank yang Anda pilih memenuhi standar kesehatan oleh Bank Indonesia (BI). Lebih baik lagi jika membuka deposito di bank milik Pemerintah.
Jika bank memiliki reputasi yang baik, tentu saja bank tersebut juga akan akan melayani para nasabahnya dengan baik dan memuaskan karena bank tersebut memiliki standar pelayanan yang baik. Jadi dengan memilih bank yang memiliki reputasi baik, nantinya Anda akan merasa aman dan nyaman menyimpan dana besar di bank tersebut.
2. Pilih jangka waktu deposito yang tepat.
Biasanya sebuah bank menawarkan jangka waktu deposito mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 24 bulan. Perbedaan untuk jangka waktu ini bisa berdampak pada besaran bunga deposito oleh bank. Jadi Anda bisa memilih jangka waktu deposito dengan bijak dan sesuaikan pilihan Anda tersebut dengan kebutuhan di masa depan. Jangan sampai salah dalam memilih waktu deposito, karena dana dalam deposito susah ditarik dan bisa terkena penalti dari bank jika dicairkan sebelum jatuh tempo. Setelah Anda memilih jangka waktu yang tepat, Anda bisa membandingkan bunga deposito yang ada di bank satu dengan bank lainnya.
3. Bandingkan bunga deposito antar bank
Anda sebaiknya melakukan perbandingan bunga antar satu bank dengan lainnya untuk mengamati bank mana saja yang menawarkan bunga deposito lebih tinggi, karena semakin tinggi bunga deposito maka semakin besar pula keuntungan yang bisa diperoleh.
4. Waspadai bunga deposito terlalu tinggi
Langkah selanjutnya adalah lihat jumlah maksimal besaran bunga dari Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). LPS, sebagai lembaga bentukan pemerintah, hanya menjamin dana di bank dengan maksimal suku bunga tertentu. Jadi, Anda harus waspada apabila ada bank yang menawarkan bunga deposito kelewat tinggi dan melebihi besaran yang ditetapkan oleh LPS. Pasalnya, jika Anda membuka deposito di bank tersebut, dana yang Anda gunakan investasi disana sangat berisiko, karena jika bank tersebut bangkrut maka dana bisa hilang seluruhnya. LPS tidak akan bertanggung jawab dengan mengganti uang Anda.
5. Pilih persyaratan paling mudah
Langkah terakhir yang perlu dilakukan untuk membuka deposito adalah memilih bank dengan persyaratan dan ketentuan yang mudah, karena setiap bank memiliki ketentuan tersendiri di setiap transaksi. Periksa bagaimana aturan pencairan deposito-nya? Apa yang perlu dilakukan ahli waris jika Anda tidak bisa mencairkan sendiri deposito tersebut? Dan seterusnya. Selain itu, perhatikan juga berapa biaya administrasi (jika ada) serta biaya penalti jika terjadi penarikan uang sebelum jatuh tempo. Lalu, pertimbangkan hal-hal tersebut dan pilihlah mana yang menurut Anda paling menguntungkan.
Oleh : Deviana Rofikasari
STIE CENDEKIA BOJONEGORO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar