Investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan pilihan investasi termasuk reksadana saham sekalipun. Meskipun demikian, patut diingat bahwa dalam semua jenis investasi, terdapat pakem high risk, high return, dibalik resiko yang tinggi terdapat potensi keuntungan yang tinggi pula.
Berbeda dengan reksadana saham yang return-nya berkisar di angka 20an% per tahun, investasi saham bisa mencatatkan prestasi puluhan hingga ratusan % per tahun. Itu kalau Anda hanya menempatkan dana secara pasif dalam saham-saham yang tepat alias sebagai investor. Mereka yang aktif melakukan jual beli saham (trader) dalam jangka pendek bisa mencatat keuntungan yang lebih tinggi pula; tentu dengan memperhitungkan segala resiko yang ada.
Mengapa Investasi Saham?
Investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan pilihan investasi termasuk reksadana saham sekalipun. Meskipun demikian, patut diingat bahwa dalam semua jenis investasi, terdapat pakem high risk, high return, dibalik resiko yang tinggi terdapat potensi keuntungan yang tinggi pula.
Selain itu, berinvestasi saham ternyata tidak perlu modal besar. Dulunya, calon investor wajib menyediakan puluhan juta rupiah untuk bisa membuka akun investasi. Namun kini pemerintah mendorong masyarakat berinvestasi di pasar modal. Maka, modal awal untuk investasi saham pun kini berkisar Rp1 juta, Rp 5 juta dan seterusnya, tergantung ketentuan masing-masing perusahaan sekuritas.
Karenanya investasi saham menjadi cukup penting, tentu dengan mempertimbangkan berbagai pilihan investasi lainnya. Kendala utama masyarakat dalam berinvestasi saham adalah pengetahuan serta pemahaman akan resiko bisnis saham. Selain itu, banyak orang berpendapat bahwa bermain saham sama dengan judi. Faktanya, berinvestasi saham merupakan pekerjaan serius, bukanlah mainan; dan harus dilakukan pertimbangan yang cermat dalam pengambilan keputusan. Jadi berinvestasi saham, sama sekali tidak sama dengan bermain judi.
Dengan memiliki saham, berarti Anda telah ikut memiliki suatu perusahaan. Bayangkan Anda dapat ikut memiliki perusahaan tambang, perusahaan penerbangan, atau perusahaan farmasi yang terkenal dan mendapatkan keuntungan berupa deviden, dan keuntungan kenaikan harga saham (capital gain) yang sangat mungkin terjadi dalam jangka panjang.
Dimana dan Bagaimana Beli Saham?
Mulai tanggal 6 Januari 2014, hitungan satu lot saham yang dulunya terdiri dari 500 lembar saham, kini menjadi hanya 100 lembar. Artinya, dengan uang minim, bahkan hanya seratusan ribu Rupiah, masyarakat sudah bisa membeli 1 lot saham dan menikmati manisnya kue investasi saham.
Nah, untuk membeli saham, Anda tinggal mendatangi perusahaan perantara perdagangan efek saham (biasa disebut perusahaan sekuritas atau broker)
INGAT: Perusahaan sekuritas (broker) yang resmi adalah yang masih aktif dan terdaftar resmi di Bursa Efek Indonesia.
Setelah kode nasabah Anda sudah jadi, silahkan buka rekening di perusahaan sekuritas pilihan Anda dengan saldo minimum berkisar Rp100 ribu – Rp5 juta, tergantung kebijakan perusahaan. Sebagai investor, umumnya Anda akan ditawari 2 macam rekening transaksi yaitu: full service dan online trading. Full service artinya transaksi jual beli saham Anda akan dilayani oleh petugas perusahaan securitas, sementara online trading berarti Anda mentransaksikan sendiri saham Anda secara online melalui situs perusahaan tersebut.
Tetap Waspada!
Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi di dunia saham, meningkat pula berbagai modus penipuan yang membawa iming-iming investasi baik saham maupun komoditi. Tawaran tipuan ini bisa datang dari dalam negeri ataupun dari luar negeri melalui berbagai cara. Bisa langsung melalui surat ataupun melalui internet (email, website, facebook dll).
Ciri utama penipuan adalah menjanjikan cara mudah untuk mencapai keuntungan dalam waktu singkat. Mereka menjanjikan keuntungan yang besar serta resiko yang rendah. Ingat: prinsip umum investasi adalah keuntungan biasanya sebanding dengan resikonya. Karena itu pastikan bertransaksi hanya dengan perusahaan sekuritas yang berizin resmi.
* KSEI merupakan lembaga di pasar modal Indonesia yang berfungsi untuk melayani proses transaksi dan administrasi saham serta surat berharga lainnya.
Ada 2 (dua) jenis keuntungan yang mungkin anda dapatkan di saham.
1. Jika anda menjual saham anda diatas harga beli, anda mendapatkan selisih keuntungan. Mirip dengan perdagangan ril. Di bursa hal ini disebut dengan capital gain.
2. Mungkin saja, dalam periode anda menahan saham (anda belum menjualnya sejak anda membelinya) ternyata perusahaan yang bersangkutan (yang sahamnya anda beli) membayarkan keuntungannya (keuntungan operasi usahanya tahun sebelumnya). Ini disebut dengan dividen.
Bagaimana Resiko Investasi Saham
Saham bergerak berfluktuasi naik dan turun. Anda jangan kaget jika begitu anda membeli, harganya langsung turun. Itu hal biasa. Beitu juga sebaliknya jangan eforia begitu habis dibeli langsung naik. Naik turun dengan fluktuasi yang sempit adalah normal. Adakalanya situasinya yang sangat drastis turunnya. Bisa karena pengaruh bursa regional, bisa karena pengaruh fundamental dari negara Indonesia sendiri, bisa juga karena internal dari perusahaan (yang sahamnya anda beli) itu sendiri.
Jika saat anda menjual saham anda (karena terdesak butus cash) pada harga dibawah anda beli, maka anda akan rugi. Istilah di bursanya disebut capital lost. Resiko terburuk adalah, saat harus menjual, harga sedang anjlok drastis. Anda bisa rugi besar.
Filosopi sesungguhnya dari membeli saham adalah anda membeli perusahaan. Jika anda membeli properti bagus maka harganya akan meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga dengan membeliperusahaan. Jika perusahaannya bagus, maka harga sahamnya akan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Perusahaan yang bagus adalah perusahaan yang selalu untung dari tahun ke tahun. Perusahaan yang merugi sudah pasti perusahaan yang buruk.
oleh: deviana rofikasari
stie cendekia Bojonegoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar